Elemen Teknologi Jaringan Kabel dan Nirkabel
Fase F
Mata Pelajaran: Teknologi Kabel dan Jaringan Nirkabel
Topik: Instalasi dan Konfigurasi Jaringan PPPoE FTTH
Alokasi Waktu: 6 x 45 menit (disesuaikan)
A. TUJUAN PEMBELAJARAN:
Setelah menyelesaikan LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan konsep dasar FTTH (Fiber to The Home) dan PPPoE (Point-to-Point
Protocol over Ethernet).
2. Memahami peran ONT/ONU dan Router dalam jaringan PPPoE FTTH.
3. Melakukan konfigurasi interface PPPoE Client pada router.
4. Mengkonfigurasi NAT (Network Address Translation) agar perangkat lokal dapat
terhubung ke internet.
5. Melakukan pengujian konektivitas internet dari perangkat klien.
6. Menganalisis parameter PPPoE yang diberikan oleh ISP.
B. TEORI SINGKAT:
1. FTTH (Fiber to The Home):
FTTH adalah arsitektur jaringan yang menggunakan serat optik dari kantor pusat penyedia
layanan internet (ISP) langsung ke rumah atau kantor pelanggan. Teknologi ini menawarkan
kecepatan transfer data yang jauh lebih tinggi dan stabil dibandingkan kabel tembaga. Dalam
implementasinya, perangkat di sisi pelanggan disebut ONT (Optical Network Terminal) atau
ONU (Optical Network Unit).
2. PPPoE (Point-to-Point Protocol over Ethernet):
PPPoE adalah protokol jaringan yang digunakan untuk membungkus paket data PPP dalam
frame Ethernet. PPPoE memungkinkan ISP untuk melakukan otentikasi (verifikasi username dan
password) dan akuntansi (pencatatan penggunaan data) pada setiap sesi koneksi internet. Ini
adalah metode yang sangat umum digunakan oleh ISP FTTH untuk memberikan layanan internet.
3. Alur Jaringan PPPoE FTTH (Sisi Pelanggan):
● Serat optik dari ISP terhubung ke ONT/ONU.
● ONT/ONU mengkonversi sinyal optik menjadi sinyal elektrik (Ethernet).
● Kabel LAN dari ONT/ONU terhubung ke Router (biasanya port WAN).
● Di dalam Router, Anda akan mengkonfigurasi PPPoE Client dengan username dan
password yang diberikan oleh ISP.
● Router akan terhubung ke internet.
● Perangkat di rumah (PC, HP) terhubung ke Router (via kabel LAN atau WiFi) dan
mendapatkan IP lokal dari Router (DHCP).
● Router melakukan NAT untuk meneruskan koneksi dari perangkat lokal ke internet.
C. ALAT DAN BAHAN:
1. Virtual Machine (VM) atau Router fisik yang akan disimulasikan sebagai Router
Mikrotik.
2. Virtual Machine (VM) yang akan menjadi komputer klien (Windows atau Linux).
3. Software Virtualisasi: Oracle VirtualBox, VMware Workstation Player/Pro, atau
Hyper-V.
4. Koneksi jaringan virtual untuk simulasi:
Satu adaptor jaringan di Mikrotik Router yang terhubung ke jaringan WAN virtual (simulasi dari ONT).
Satu adaptor jaringan di Mikrotik Router yang terhubung ke jaringan LAN virtual.
Satu adaptor jaringan di komputer klien yang terhubung ke jaringan LAN virtual. yang sama dengan Mikrotik.
5. Aplikasi untuk konfigurasi Mikrotik: Winbox (untuk Windows) atau SSH/CLI (untuk
Linux/macOS).
6. Web Browser (Google Chrome, Mozilla Firefox, dll.) di komputer klien untuk pengujian.
7. Lembar kerja dan alat tulis.
D. KESELAMATAN KERJA:
1. Pastikan sumber daya listrik stabil.
2. Ikuti instruksi dengan cermat.
3. Berhati-hatilah saat mengkonfigurasi router.
4. Laporkan kepada guru/instruktur jika ada kendala.
5. Pastikan semua adaptor jaringan virtual telah diatur dengan benar agar tidak terjadi konflik IP.
E. LANGKAH KERJA:
BAGIAN 1: PERSIAPAN TOPOLOGI JARINGAN VIRTUAL
1. Siapkan Router Mikrotik:
Pastikan Mikrotik Router memiliki 2 adaptor jaringan.
adaptor 1: Hubungkan ke jaringan WAN Virtual (misal: Internal Network dengan nama WAN-Network). Ini akan menjadi port ether1.
Adaptor 2: Hubungkan ke jaringan LAN Virtual (misal: Internal Network
dengan nama LAN-Network). Ini akan menjadi port ether2.
2. Siapkan Komputer Klien:
Hubungkan satu adaptor jaringan di komputer klien ke jaringan LAN Virtual yang sama dengan Mikrotik (LAN-Network). Atur konfigurasi IP pada adaptor ini menjadi DHCP Client (Obtain an IP address automatically).
BAGIAN 2: KONFIGURASI MIKROTIK ROUTER
1. Login ke Mikrotik Router:
o Buka Winbox dari komputer host atau klien (jika berada di subnet yang sama).
o Login dengan username default admin (tanpa password) atau sesuai konfigurasi awal Anda.
2. Identifikasi Interface:
o Pada menu Winbox, buka Interfaces.
o Beri nama setiap interface agar mudah dikenali:
▪ ether1 -> ether1-WAN
▪ ether2 -> ether2-LAN
3. Konfigurasi PPPoE Client:
o Pada menu Winbox, buka PPP > tab Interface > klik tombol + > pilih PPPo E Client.
o Di jendela New Interface:
▪ Name: pppoe-out1 (default)
▪ Interfaces: Pilih ether1-WAN.
o Pindah ke tab Dial Out:
▪ User: Masukkan username PPPoE yang diberikan oleh ISP (misal: userftth@isp.net).
▪ Password: Masukkan password PPPoE
▪ Centang Add Default Route dan Use Peer DNS.
o Klik Apply, lalu OK.
4. Verifikasi Koneksi PPPoE:
o Kembali ke menu PPP > tab Interface.
o Lihat status pppoe-out1. Jika berhasil terhubung, status akan R (running).
o Buka menu IP > Addresses. Anda akan melihat IP Address publik telah
diberikan ke pppoe-out1 secara otomatis.
o Uji konektivitas ke internet dari Mikrotik:
▪ Buka menu New Terminal.
▪ Ketik ping google.com. Jika berhasil, akan ada balasan.
5. Konfigurasi IP Address LAN dan DHCP Server:
o Buka menu IP > Addresses.
o Klik tombol +.
o Di jendela New Address:
▪ Address: Masukkan IP lokal untuk jaringan LAN Anda (misal:
192.168.x.123 (x = no_urut_absen)/24).
▪ Interface: Pilih ether2-LAN.
o Klik Apply, lalu OK.
o Buka menu IP > DHCP Server.
o Klik tombol DHCP Setup.
o DHCP Server Interface: Pilih ether2-LAN. Klik Next dan ikuti panduan hingga
selesai (biarkan default).
6. Konfigurasi NAT (Network Address Translation):
o Buka menu IP > Firewall > tab NAT.
o Klik tombol +.
o Di jendela New NAT Rule:
▪ Tab General:
▪ Chain: Pilih srcnat.
▪ Out. Interface: Pilih pppoe-out1.
▪ Tab Action:
▪ Action: Pilih masquerade.
o Klik Apply, lalu OK.
BAGIAN 3: PENGUJIAN KONEKTIVITAS DARI KLIEN
1. Verifikasi IP di Komputer Klien:
o Di komputer klien Windows/Linux, buka Command Prompt atau Terminal.
o Ketik ipconfig /all (Windows) atau ip a (Linux).
o Pastikan IP Address yang didapat berada dalam rentang IP yang Anda set di
Mikrotik
o Pastikan Default Gateway adalah 192.168.x.123 (x = no_urut_absen).
2. Uji Konektivitas Internet:
o Dari komputer klien, buka Command Prompt atau Terminal.
o Ketik ping 8.8.8.8 (untuk menguji koneksi ke Google DNS).
o Ketik ping google.com (untuk menguji resolusi DNS dan koneksi internet).
o Jika berhasil, Anda dapat membuka web browser dan mengakses situs web apapun.
F. HASIL PENGAMATAN / ANALISIS:
1. Jelaskan perbedaan mendasar antara jaringan FTTH dan jaringan ADSL atau kabel tembaga!
FTTH pakai serat optik (cepat, stabil, simetris), sedangkan ADSL/tembaga pakai kabel telepon (lebih lambat, rentan gangguan, asimetris).
2. Mengapa NAT diperlukan dalam konfigurasi ini? Apa yang terjadi jika NAT tIdak dikonfigurasi?
NAT menerjemahkan IP private ke IP publik; tanpa NAT, klien tidak bisa akses internet.
3. Jelaskan fungsi dari PPPoE Client di Mikrotik!
PPPoE Client di Mikrotik dipakai untuk login ke ISP dengan user & password agar router mendapat IP
4. Apa yang Anda amati dari hasil ping google.com di terminal Mikrotik dan di komputer
klien? Apa perbedaannya dan mengapa?
Ping dari Mikrotik lebih cepat karena langsung ke internet, sedangkan dari klien lewat router dulu.
5. Apa yang dimaksud dengan Use Peer DNS dalam konfigurasi PPPoE Client?
Use Peer DNS membuat Mikrotik otomatis pakai DNS dari ISP; jika tidak, harus atur manual.
6. Jika klien tidak mendapatkan IP Address secara otomatis, di bagian mana dari
konfigurasi yang kemungkinan besar bermasalah?
Klien tidak dapat IP biasanya karena DHCP Server bermasalah (belum aktif, pool habis, atau interface belum diberi IP).
7. Mengapa PPPoE masih banyak digunakan oleh ISP untuk pelanggan rumahan, padahal
ada metode lain seperti DHCP?
PPPoE masih dipakai ISP karena ada autentikasi, mudah untuk billing, dan kontrol pelanggan lebih baik.
G. KESIMPULAN:
Buatlah kesimpulan mengenai pengetahuan dan keterampilan yang Anda peroleh setelah
menyelesaikan LKPD ini. Jelaskan bagaimana protokol PPPoE dan teknologi FTTH bekerja
sama untuk memberikan koneksi internet yang cepat dan aman, serta bagaimana router seperti
Mikrotik dikonfigurasi untuk menghubungkan jaringan lokal pelanggan ke internet.
PPPoE mengatur login pelanggan dengan username dan password agar aman, sedangkan FTTH menyediakan jalur serat optik yang cepat dan stabil. Router seperti Mikrotik dikonfigurasi sebagai PPPoE Client untuk terhubung ke ISP, memakai NAT agar klien bisa akses internet, dan DHCP Server untuk memberi IP otomatis ke perangkat lokal.
Pengerjaan
Cek status WAN PPoE:
Konfigurasi WLAN
Konfigurasi WAN (PPPoE)
cek status kabel optik
KONFIGURASI MIKROTIK



























